Telp : (0274) 550843 Ext 512
Bahasa Indonesia
English

Yogyakarta (15/09/2026) — Pada hari Selasa, 15 September 2026, sejumlah mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta mendampingi pelaksanaan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 1 Ngemplak, Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti siswa kelas X E4 dan XI F3 tersebut dilaksanakan dengan mendampingi petugas Palang Merah Remaja (PMR) dalam memberikan materi dasar mengenai pengenalan bencana dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi risiko bencana, serta selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-13: Penanganan Perubahan Iklim.
SPAB di SMAN 1 Ngemplak dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa pada jam pelajaran pertama dengan peserta yang bergiliran dari kelas X dan XI. Materi yang diberikan mencakup pengenalan terhadap berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar serta pengetahuan dasar mengenai P3K. Pada pelaksanaannya, mahasiswa PK turut mendampingi petugas PMR dalam proses penyampaian materi dan kegiatan pembelajaran kepada siswa. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 dengan peserta kelas X E3 dan XI F3. Selain melalui edukasi, kesiapsiagaan sekolah juga didukung dengan adanya jalur evakuasi, penanda titik kumpul, serta informasi mengenai bangunan yang memiliki potensi risiko roboh apabila terjadi gempa.
Pelaksanaan kegiatan SPAB memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami risiko bencana sekaligus mengenali tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan mengenai P3K juga memberikan bekal awal kepada siswa untuk merespons kondisi ketika terdapat warga sekolah yang membutuhkan pertolongan. Bapak Teguh Sarwono, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 1 Ngemplak, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam penanggulangan bencana secara berkelanjutan. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari pembangunan berkelanjutan dalam penanggulangan bencana”, ujarnya. Pelaksanaan edukasi kesiapsiagaan secara rutin serta penguatan sarana pendukung di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan warga sekolah terhadap risiko bencana yang selaras dengan SDGs poin ke-13.
Melalui pelaksanaan SPAB yang dilakukan secara berkelanjutan, SMAN 1 Ngemplak diharapkan dapat terus membangun budaya sadar dan tanggap bencana di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, PMR, dan mahasiswa PK juga diharapkan dapat mendukung pemberian edukasi kebencanaan yang dekat dengan kehidupan siswa. Dengan adanya pembelajaran kesiapsiagaan, pengenalan P3K, serta dukungan sarana evakuasi, warga sekolah diharapkan semakin memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang. (Hawwaa Salsa Delphine M)
Copyright © 2026,