Telp : (0274) 550843 Ext 512
Bahasa Indonesia
English

Semarang (29/08/2026) – Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar ke-4, yakni Quality Education (Pendidikan Bermutu), mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis digital di SMK Negeri 7 Semarang. Inovasi ini diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Jerman di kelas XI Teknik Mekatronika 1 dan XI Teknik Mekatronika 3. Melalui integrasi platform digital interaktif seperti Padlet, web der, die, das, serta presentasi audio-visual, proses belajar-mengajar bahasa asing di sekolah kejuruan ini tidak hanya menjadi lebih dinamis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan keterampilan abad ke-21.
Teknik Mekatronika merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan teknik mesin, elektronika, dan pemrograman komputer. Di tingkat global, Jerman dikenal sebagai salah satu pelopor utama teknologi manufaktur dan pencetus konsep Industri 4.0. Menyadari hal tersebut, penguasaan Bahasa Jerman bagi siswa jurusan Teknik Mekatronika di SMKN 7 Semarang memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. "Bahasa Jerman bukan sekadar mata pelajaran bahasa asing formalitas, melainkan jembatan komunikasi dan pembuka peluang karier internasional bagi calon teknisi muda ini. Oleh karena itu, tantangannya adalah bagaimana menyajikan materi bahasa asing agar menarik, tidak kaku, dan mudah dipahami oleh siswa latar belakang teknik," ujar Akbar salah seorang mahasiswa PK UNY pengampu mata pelajaran tersebut.
Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran dirancang secara terstruktur dengan mengkombinasikan buku teks berstandar internasional dan berbagai media digital:
1. Pondasi kurikulum (Netzwerk Neu A1) & visualisasi (PPT) materi pembelajaran mengacu pada buku Netzwerk Neu A1, sebuah standar kurikulum bahasa Jerman tingkat pemula yang komunikatif. Untuk memudahkan pemahaman awal, materi dipaketkan kembali ke dalam bentuk presentasi PowerPoint (PPT) yang kaya visual, bagan, dan contoh situasi nyata.
2. Papan kolaborasi digital (Padlet) sebagai inovasi utama, platform Padlet digunakan sebagai ruang kelas virtual interaktif. Melalui Padlet, siswa kelas Teknik Mekatronika 1 dan 3 dapat mengunggah hasil latihan menyusun kalimat (Schreiben), menjawab kuis interaktif, serta memberikan tanggapan atas karya teman sekelas secara real-time. Platform ini terbukti efektif mengubah suasana kelas menjadi berpusat pada siswa (student-centered learning).
3. Eksplorasi mandiri lewat website der, die, das. Salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari Bahasa Jerman adalah penguasaan kata sandang (Artikel) untuk kata benda yang terbagi menjadi maskulin (der), feminin (die), und neutral (das). Mahasiswa PK UNY memanfaatkan situs web der, die, das sebagai media penunjang. Siswa diajak memanfaatkan gawai mereka untuk mencari dan memverifikasi kata benda secara mandiri, sehingga melatih kemandirian belajar (self-directed learning).
Penerapan beragam media ini merupakan wujud konkret dari pilar SDG 4: Quality Education. Indikator keberhasilan dari penerapan SDGs poin ke-4 dalam kelas ini meliputi inklusivitas dan partisipatif aktif siswa dalam menggunakan aplikasi Padlet yang memberikan ruang bagi siswa yang cenderung pemalu di kelas konvensional untuk tetap dapat mengekspresikan pemahaman mereka secara tertulis tanpa rasa takut salah. Kemudian literasi digital yang produktif juga dapat mengubah gawai siswa yang biasanya hanya digunakan untuk media sosial atau game menjadi alat produksi pengetahuan dan media belajar yang efektif. Serta sebagai seorang guru kita selalu harus memberikan kualitas pembelajaran yang adaptif yang menghadirkan metode pengajaran yang variatif sehingga mampu mengakomodasi berbagai tipe belajar siswa (visual, auditori, dan kinestetik).
Respons positif ditunjukkan oleh para siswa kelas Teknik Mekatronika 1 dan 3 SMKN 7 Semarang. Karakter siswa teknik yang terbiasa dengan pola pikir praktis dan berbasis teknologi membuat mereka sangat cepat beradaptasi dengan alur pembelajaran digital ini. Suasana kelas tampak hidup saat sesama siswa saling memberikan komentar dan apresiasi pada papan Padlet masing-masing. "Pembelajaran jadi tidak membosankan karena kami tidak hanya mendengarkan penjelasan di depan kelas, tetapi langsung mempraktekkannya di Padlet dan bisa langsung mencari kata-kata sulit lewat website der, die, das," ungkap Michael salah satu siswa kelas Teknik Mekatronika 1.
Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, mahasiswa UNY tidak hanya menjalankan tugas akademik perguruan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam transformasi digital pendidikan di SMKN 7 Semarang. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mencetak generasi muda Indonesia yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga unggul dalam kecakapan bahasa internasional dan literasi digital. (Mokhamad Akbar)
Copyright © 2026,